Bukti-Bukti Peninggalan Kerajaan MAJAPAHIT ABAD XIV

Dalam teknik hidrologi, pengelolaan air (water management) dibagi kedalam dua tujuan, yaitu pengendalian atau pengontrolan air (control of water) dan pemanfaatan air (utilization of water). Yang dimaksud dengan pengendalian air di sini meliputi: 1) perangkat keairan berupa bangunan air (bentuk dan fungsi), seperti bendungan (dams), waduk (storage dums), saluran (channel/canel), talang (flume), got miring (chute), terjunan (drop), gorong-gorong (culvert), terowongan air (open-flow-tunnel), dan sumur-sumur (wells), 2) Rekayasa keairan berupa mekanisme atau cara kerja sistem jaringan air (masuk-keluar, serta pembuangan air). Sedangkan pemanfaatan air meliputi: pengairan atau irigasi, sebagai sumber air bersih, penyediaan air minum, transportasi, dan sebagainya (Linsley, 1991; Chow, 1992).[1]

GAMBARAN KEHIDUPAN SOSIAL DI KERAJAAN MAJAPAHIT ABAD XIV

A. Klasifikasi Kota

Majapahit (abad 14-15 M) merupakan salah satu situs tonggak penting di dalam sejarah Indonesia. Sebagai sebuah pusat peradaban, segala aspek tercakup di dalamnya, seperti aspek sejarah dan politik, aspek ekonomi dan perdagangan, aspek religi, aspek arsitektur, seni, aspek teknologi, aspek pemukiman (kota dan desa), dan sebagainya. Kota Majapahit masuk ke dalam klasifikasi Kota Indonesia Lama atau Tradisional (early Indonesian Town/traditional Town). Sesuai dengan cirinya yaitu tata ruang dan struktur kota tersusun atas dasar landasan tradisi pemikiran kosmologis dan sosio kultural. Tema yang diambil adalah ekologi kota atau penggunaan lahan kota yang mencakup kemajuan teknologi seperti pembuatan jalan, jembatan, bangunan, saluran air dan pembangunan perumahan. Namun tulisan akan kami fokuskan khususnya kepada teknologi air yang berkembang di Kota Majapahit abad XIV.



Menurut Osrifoel Oesman, sebagai suatu kota, Majapahit mempunyai tiga kategori ruang. Pertama, ruang makro yang terletak di luar kanal. Kedua, pusat kota metropolitan yang berada di sepanjang jaringan kanal. Ketiga, permukiman yang seperti kaveling yang terdiri atas kelompok rumah-rumah dalam satu tembok keliling. Juga, terdapat pengelompokkan rumah berukuran besar, sedang, dan kecil.

Telaah kondisi geografis masa lampau bukanlah hal yang mudah, ini dikarenakan keterbatasan sumber informasi dan data sekunder mengenai kondisi geografis secara lengkap dari masa lampau. Hanya sedikit peninggalan yang menjelaskan mengenai kondsi georgafis pada masa lampau. Berdasarkan pada informasi yang ada yakni dari peninggalan purbakala yang alami dan artifical maka dapat dibuat suatu interpretasi keadaan geografis masa lampau suatu daerah, dalam hal ini Kerajaan Majapahit.

Interpretasi kondisi geografis masa lampau didasarkan atas beberapa konsep dasar sebagai berikut :

1. Proses fisikal dan hukum-hukumyang bekerja/berlangsung saat sekarang juga telah bekerja sepanjang zaman geologi meskipun intensitasnya tidak perlu sama dengan yang sekarang.

2. Proses-proses geomorfik meninggalkan bekas yang nyata [ada bentang alam, dan setiap proses geo-morfik akan berkembang sesuai dengan karakteristik bentuk lahannya.

3. Sebagian besar dari topografi permukaan bumi tidak lebih tua dari zaman Plestosen.

4. Interpretasi yang tepat terhadap bentang alam saat sekarang adalah tidak mungkin tanpa memperhatikan pengaruh perubahan geologi dan iklim pada zaman plestosen.[1]

Atas dasar pertimbangan konsep dasar tersebut maka dapat dinterpretasikan bahwa kondisi geografis daerah Kerajaan Majapahit dan sekitarnya banyak mengalami perubahan salah satunya karena adanya aktivitas gunug berapi yang letaknya di sebelah selatannya (Gunung Api Anjasmoro, Kelud, dan Penanggungan). Namun di dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa paman Raja Hayam Wuruk, Bhre Singhasari, tahun akan hal ikhwal di desa-desa diseluruh Pulau Jawa, sehingga dapat dipahami bahwa yang dihitung bukan hanya berbagai jenis tanah seperti sawah, pegagan, tegal, kebur, padang, hutan, rawa-rawa, sungai, tepian, lembah dan bukit, tetapi jumlah penduduk atau sekurang-kurangnya jumlah kepala keluarga (Boechari, 1982). Informasi adanya sawah, sungai, lembah dan rawa-rawa di dalam kitab Negarakertagama tersebut dapat diasosiasikan bahwa iklim pada waktu itu beriklim tropis basah, karena sungai, lembah dan rawa dapat terjadi di daerah tropis, keadaan ini tidak jauh berbeda dengn keadaan Trowulan saat ini.[2]
B. Kondisi Geografis

1. Iklim

Atas dasar klasifikasi tipe iklim menurut Koppen dapat disimpulkan bahwa daerah Trowulan dan sekitarnya termasuk tipe Aw. Daerah yang bertipe iklim Aw berarti memiliki musim kemarau yang panjang. Namun tipe iklim di daerah hulu-hulu sungai yang mengalir melalui daerah Trowulan, yaitu yang terdapat di sebelah selatannya memiliki tipe iklim Cw. Tipe iklim di daerah sebelah selatan daerah Trowulan yang merupakan pegunugan mempunyai curah hujan yang relatif lebih tinggi. Hal ini berarti bahwa daerah pegunungan tersebut memberi imbuhan air yang banyak ke daerah bawah. Oleh karena daerah pegunungan di sebelah selatan tersebut pada umumnya berlereng curam maka air hujan banyak menjadi aliran permukaan. Oleh sebab itu apabila tidak ada tandon air di bawah kemungkinan air kurang mencukupi sepanjang tahun. 

Dalam kaitannya dengan penyediaan air di daerah Kerajaan Majapahit di daerah atas (hulu) dibuat waduk. Menurut penelitian geologi yang dilakukan tahun 1926, 1977, dan 1980 di derah Trowulan dan sekitarnya terdapat 18 waduk, besar dan kecil yang dilengkapi dengan sejumlah saluran-saluran irigasi yang lebar maupun sempit .[3]

2. Geologi

Berdasarkan Peta Geologi Jawa dan Madura Lembar III, skala 1:500.000 (th 1977), dan Peta Geologi Jawa dan Madura Lembar IX, skala 1:500.000 (tanpa angka tahun), daerah Trowulan dan sekitarnya tersusun oleh endapan vulkanik Kwarter Tua. Berdasarkan penelitian Sampurno dkk. (1990, dalam Sartono. S. Dan Bandono, 1991) tanah pembentuk wilayah pusat kerajaan Majapahit dan sekitarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: 
Di daerah Kedaton dan Segaran umumnya terdiri atas pasir sedang hingga halus, abu-abu, bersifat lepas dan kadang-kadang ditemukan lapisan tufa berwarna putih; 
Di daerah Candi Bajang Ratu, dan Candi Tikus didapatkan tanah campuran dengan pasir, dan kadang-kadang tercampur dengan pecahan bata dan keramik, di atasnya oleh pasir tufa berwarna putih. 

3. Geomorfologi

Atas dasar analisis pera geologi, peta topografi, peta hidrologi dan data iklim, daerah Trowulan dan sekitarnya dapat dibedakan menjadi beberapa suatu bentuk lahan, yaitu dataran aluvial, dataran fluvio vulkanik, kipas fulvio vulkanik dan tubuh vulkan (yang terdiri atas kaki, lereng dan puncak vulkan).

Dataran aluvial terdapat di sebelah utara Trowulan ke arah Mojokerto. Dataran aluvial terbentuk oleh aktivitas aliran air. Dataran fluvio vulkanik terdapat di sebelah barat Trowulan, meluas ke arah selatan dari Mojoagung, topografinya pada zaman dulu menggambarkan landai. Meterial penyusun dataran pluvio vulkanik adalah material yang berasal dari kompleks Gunung Api Arjuna dan Kelud. Dataran kipas fluvio vulkanik meluas dari daerah Trowulan ke arah asia tenggara. Disebut sebagai kipas fluvio vulkanik karena daerah tersebut topografinya menyerupai bentuk kipas anginyang terbentuk oleh proses Fluvial dengan material bahan vulkanik.

4. Tata Air

Di daerah Trowulan dan sekitarnya terdapat dua sitem sungai, yaitu daerah aliran sungai (DAS) Gunting dan daerah aliran sungai (DAS) Brangkal. Kedua aliran sungai tersebut berasal dari gunung api yang pada umumnya bersifat permanen[4], dan sedikit banyaknya air mengalir sesuai dengan musim di tempat tersebut. Kondisi air tanah di daerah Trowulan dan sekitarnya pada umumnya baik, maka ketersediaan air untuk menopang kebutuhan kerajaan Majapahit mencukupi.

Tinggalan arkeologis yang berkaitan dengan air seperti Segaran, pola saluran yang berpola saling sejajar dan saling tegak lurus, maka timbul pertanyaan apakah fungsi daripada tinggalan tersebut. Ada kemungkinan besar bahwa tinggalan yang berupa bekas saluran yang berpola tersebut berkaitan dengan ketersediaan air pada musim kemarau, disamping untuk drainase. Hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya.
C. Wilayah Kekuasaan

Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada abad XIV, yakni pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389) hal ini diinterpretasikan berdasarkan keterangan-keterangan dalam kitab Negarakertagama, di sana ditunjukkan wilayah pengaruhnya meliputi wilayah lebih luas daripada kepulauan Nusantara saat ini. Puncak kejayaan yang diperoleh oleh Hayam Wuruk dalam pencapaiannya dibantu oleh Patih Hamangkhubumi Gajah Mada. Cita-cita wawasan Nusantara telah dicetuskan dalam sumpah tan amukti palapa atau lebih dikenal dengan istilah sumpah palapa di hadapan raja Tribhuwana (Ayah Raja Hayam Wuruk). Akhirnya, wawasan nusantara dapat dicapai, bahkan meluas ke berbagai negara di Asia Tenggara. 

Seluruh wilayah Nusantara dapat dipersatukan dalam satu paji-panji kerajaan Majapahit. Pengaruh kekuasaan dan kerjasama Majapahit meluas sampai ke luar nusantara. Kerjasama itu dilakukan dengan kerajaan-kerajaan kecil di Malaya, Siam, ayuthia, Langor, Singapura, Campa, Kambodia, Anam, India dan Cina.
D. Struktur Sosial

Di dalam kitab Negarkertagama dijelaskan mengenai masyarakat Majapahit tidak hanya struktur sosial berserta stratifikasinya, tetapi juga struktur kekuasaan beserta hirarki dan berbagai elite kekuasaannya.

Diferensiasi dan stratifikasi sosial masyarakat di kerajaan Majapahit jauh lebih sederhana daripada masyarakat industri. Agama dan pemerintahan memegang peranan yang sangat penting dalam terjadinya integrasi, yakni ada yang disebut integrasi kepercayaan dan ritual dan pemerintahan integrasi dalam hal hukum dan kekuasaan.[5] Mengingat bahwa masyarakat Majapahit itu sendiri bersifat statis yang menganut sistem kepercayaan Hindu-Budha yang kuat maka dalam penentuan kelas-kelas sosialnya sudah jelas mengikuti aturan sistem kasta seperti yang berlaku di India. Walaupun dalam realitasnya masyarakat Majapahit termasuk pada masyarakat yang terbuka namun mereka memiliki kesadaran diri dan cara hidup yang membuat perbedaan antara bangsawan dan penduduk biasa.

Di puncak struktur sosial didapati kelas penguasa yang turun temurun, terdiri dari raja dan keluarga raja. Dari sistem kasta keluarga raja dianggap sebagai penjelmaan dari dewa, dan tidak dapat dimasukan dalam kategori sistem empat kasta karena mereka ditempatkan diatas manusia biasa. Kaum bangsawan tidak menjalankan pengaruhnya secara langsung pada politik kerajaan, karena menempatkan dirinya di bawah posisi keluarga raja atau keluarga golongan kelas yang berkuasa.[6]

Sistem kasta yang berlaku di kerajaan Majapahit sama seperti sistem kasta yang ada di India, yakni sebagai berikut:

1) Kasta Brahmana, yang terdiri dari golongan kaum rohaniawan, yang tugasnya membimbing masyarakat yang berada di bawahnya. Dalam tugas menyebarkan agama hanya dari golongan kasta inilah yang berhak mengajarkan ajaran Hindu-Budha.

2) Kasta Ksatria, ini terdiri dari para pegawai pemerintahan seperti mentri, bupati, abdi negara. Golongan ini kebutuhan hidupnya dipenuhi oleh negara.

3) Kasta Waisya, golongan ini terdiri dari para penduduk desa yang berprofesi sebagai petani. Golongan inilah yang menjamin ketersediaan pangan seluruh warga. 

4) Kasta Sudra, yang terdiri dari para pedagang dan saudaga.[7]

Adanya golongan yang didiskriminasi secara sosial mungkin sekali yang menjadi sebab golongan priya di dalam struktur masyarakat Majapahit dinyatakan sebagai candala, mlecca atau tucca.[8]

Tiap-tiap kelompok di dalam sistem politik pada umumnya menentukan posisi yang mereka duduki dalam strata sosial. Pembagian pangkat dan prestise dilakukan menurut posisi dan hiraki kekuasaan, sedang kekayaan dalam sistem status menjadi determinan kedua. Pada intinya hirarki meliputi penguasa, pejabat-pejabat tinggi dan bawahan mereka.

Struktur sosial pun mempengaruhi pola pemukiman yang berkembang di Jawa pada waktu itu. Bangunan tempat tinggal raja dibangun di tengah dikelilingi oleh rumah-rumah pejabat pemerintahan dan perwira setianya.[9] Pemukiman penduduk ada disekelilingnya adapun pemukiman penduduk yang berada di pedalaman dan memiliki sifat agraris yang tertutup yakni, pemukimannya terpencar di lembah-lembah sungai dan di pegunungan-pegunungan. 
E. Aspek Perkotaan 
Ekonomi 

Ekonomi dapat dipandang sebagai salah satu faktor penting dalam menunjang keberadaan suatu kerajaan, karena faktor ini sangat berpengaruh terhadap aspek-aspek kehidupan lainnya, baik kehidupan sosial, politik maupun kehidupan budaya. Di dalam usaha untuk mengembangkan kehidupan perekonomiannya, Kerajaan Majapahit sangat mengandalkan keberhasilan sektor pertanian, disamping sektor industri dan perdagangan.[10] Sektor pertanian dijadikan sebagai penyangga kehidupan perekonomian Majapahit, ini dibuktikan dengan banyaknya temuan bukti-bukti arkeologis berupa bekas-bekas bendungan untuk irigasi. Bendungan-bendungan itu sudah menggunakan saluran-saluran irigasi yang sangat terencana.[11]

Kondisi geografis yang mendukung dan ditunjang dengan adanya ketersediaan air yang memadai membuat sektor pertanian menjadi sangat berkembang pada masa itu. Sektor pertanian menjadi sumber pemasukan bagi kas kerajaan dengan adanya sistem pajak yang diberlakukan bagi warga masyarakat petani. Besarnya pajak pun ditentukan berdasarkan jumlah hasil produksinya dan luas tanahnya.

Adapun dalam hal perdagangan Majapahit tidak hanya memperdagangkan hasil bumi mereka, tetapi juga menukarkannya dengan komoditi yang laku dalam perdagangan internasional pada waktu itu seperti rempah-rempah dari Indonesia bagian timur. Majapahit juga menjalin hubungan dagang dengan Cina khususnya sejak dinasti Song berkembang pesat. Ekspor merica menjadi komoditi primadona dengan Cina pada waktu itu sehingga ini memberikan keuntungan yang besar bagi Majapahit. 
Politik 

Otoritas politik ada ditangan raja, yang mana rakyat percaya bahwa raja adalah penjelmaan dari dewa, oleh sebab itu kerajaan Majapahit dapat digolongkan sebagai kerajaan teokrasi.[12] Komunitas politik Majapahit adalah kekuasaannya yang bersifat teritorial, struktur teritorial Majapahit bertalian dengan kepentingan yang bersifat kosmopolitis dan menjadi prototype struktur-struktur teritorial kerajaan-kerajaan Jawa dikemudian hari. Dalam pelaksanaannya politik dan agama dicampuradukkan dalam satu kepentingan legitimasi kekuasaan.

Untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya seorang raja akan menjalankan beberapa taktik politik seperti melalui ikatan perkawinan dengan maksud menjamin kesetiaan keluarga para gubernur yang ia beri tugas untuk mengelola suatu wilayah. Dalam hal ini menunjukkan Majapahit mengarah pada sentralisasi administrasi dan monopoli dengan menggunakan orang kepercayaannya sebagai pelaksana yang dikepalai oleh raja. Ini digunakan sebagai suatu bentuk untuk melegitimasi kekuasaan seorang raja dan mencegah terjadinya pemberontakan. 

Posisi kepemimpinan masyarakat Majapahit tidak hanya dipegang oleh penguasa-penguasa wilayah atau pejabat-pejabat administrasi, akan tetapi juga dipegang oleh pendeta-pendeta, juru kunci tempat keramat dan juru magi. Ini pun dijadikan sebagai salah satu langkah politik untuk melegitimasi kekuasaan seorang raja, jadi kepercayaan dan kultus kuno menjadi sandaran penting bagi jabatan-jabatan raja Jawa.

Wilayah politik Majapahit semua komunitas politik pada umumnya tetap otonom. Mereka hanya membayar pajak atau upeti dan menyediakan tenaga kerja untuk raja, keluarganya dan stafnya. Komunitas-komunitas agama pada umumnya dibebaskan dari kewajiban-kewajiban tersebut. Pimpinan politik dipusatkan di tangan kekuasaan pusat, yang sedikit demi sedikit membuat penggolongan masyarakat sesuai dengan pemerintahan kerajaan.[13]
Budaya 

Banyak sekali tinggalan-tinggalan dari kerajaan Majapahit yang menunjukkan akan besarnya kebudayaan yang ada pada masa itu. Banyak ditemukan seperti bangunan candi, arca, relief-relief yang terdapat pada bangunan candi dan benda-benda lainnya, yang mana benda-benda tersebut ada yang terbuat dari keramik, batu, dan logam. 

Temuan-temuan seperti bata, genteng, miniatur bangunan, patung-patung kecil, joboong (dinding sumur), bak air, pipa air serta berbagai macam jenis wadah, ditemukan bersama-sama dengan kramik dari Cina, Vietnam, dan Thailan yang kebanyakan berasal dari abad XIII – XV M.[14] Banyak pula ditemukan patung-patung yang menunjukkan adanya hubungan kerajaan Majapahit dengan orang-orang Cina pada masa itu.

Penulis :
Rani Melina Deasy, Zulyani Evi, Dkk.              

[1] Sartono Kartodirdjo, dkk, 700 Tahun Majapahit (1293-1993) Suatu Bunga Rapai, Surabaya:Dinas Pariwisata Daerah Prov. Daerah Tk I Jawa Timur, 1992, hlm.15. 


[2] Ibid, hlm.16. 


[3] Ibid, hlm.17. 


[4] Ibid, hlm.23. 


[5] Ibid, hlm.39. 


[6] Ibid, hlm.39. 




[8] Opcit, hlm.43. 


[9] Ibid, hlm.124. 


[10] Ibid, hlm.175. 


[11] Ibid, hlm.156. 


[12] Ibid, hlm.35. 


[13] Ibid, hlm.38. 


[14] Ibid, hlm.238.

MAKALAH Tentang SEJARAH KOTA BERLIN

BAB I

PENDAHULUAN

Berlin merupakan ibukota negara Jerman yang mempunyai sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari. Kelebihan dari kota itu adalah arsitektur bangunan yang luar biasa klasik dan mencengangkan. Museum-museum yang tersedia membuat Berlin surga dari pecinta sejarah khususnya sejarah Eropa. Berlin memang merupakan kota turis, terlihat dari para Berliners (istilah penduduk Berlin) yang bersedia membantu turis-turis untuk tanya jalan, dan lancarnya mereka berbahasa Inggris.

Biografi Tokoh KI HAJAR DEWANTARA

A. Biografi

Ki Hajar Dewantara yang nama kecilnya Raden Mas Suwardi Suryaningrat lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889. Beliau adalah putra kelima dari Soeryaningrat putra dari Paku Alam III. Pada waktu dilahirkan diberi nama Soewardi Soeryaningrat, karena beliau masih keturunan bangsawan maka mendapat gelar Raden Mas (RM) yang kemudian nama lengkapnya menjadi Raden Mas Soewardi Soeryaningrat.[1] Menurut silsilah susunan Bambang Sokawati Dewantara, Ki Hadjar Dewantara masih mempunyai alur keturunan dengan Sunan Kalijaga.[2] Jadi Ki Hadjar Dewantara adalah keturunan bangsawan dan juga keturunan ulama, karena merupakan keturunan dari Sunan Kalijaga.

Pengertian Agama dan Magi Karya William A. Haviland R. G. Soekadijo 1988 Erlangga : Jakarta

Pengertian Agama

Agama yaitu sebagai kepercayaan dan pola perilaku, yang diusahakan oleh, manusia untuk menangani masalah-masalah penting yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan teknologi dan teknik organisasi yang diketahuinya.

 

Ciri-ciri untuk mengidentifikasi agama

Agama terdiri dari bermacam-macam ritual, doa, nyanyian, tari-tarian, saji-sajian, dan kurban yang diusahakan oleh manusia untuk memanipulasikan makhluk dan kekuatan supernatural untuk kepentingannya sendiri. Makhluk dan kekuatan supernatural tersebut dapat terdiri atas dewa-dewi, arwah leluhur dan roh-roh lainnya.

Agama dalam Perspektif Komparatif Karya Roger M. Keesing Samuel Gunawan 1992 Erlangga : Jakarta

Bentuk-bentuk kepercayaan
Para antropologi dapat dengan mudah mengenali tingkah laku manusia dalam kepercayaan yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan di Filipina, dimana mereka menghidangkan makanan untuk makhluk halus yang tak kelihatan. Orang dewasa afrika barat mengaduk anggur dan beras atau membunuh seekor kambing, sambil berbicara dengan makhluk yang tak nampak, suku Tobriand menghidangkan makanan dan mendirikan mimbar bagi pengeunjung yang tak kelihatan didesa mereka, orang Indian Amerika perhi sendiri-sendiri kedalam hutan belantara untuk mengunjungi tamu-tamu yang dapat dikhayalkan dalam pikiran mereka.

Universalisme Kesenian Karya Sugeng Pujileksono, 2006 UMMPERS : Malang

A. Seni Lukis Dan Gua Sampai Kanvas
Seni lukis sebagai sebuah karya budaya yang mampu memindahkan objek, pariwisata, tanda dan imajinasi kedalam kanvas. Sebagaiman yang dilakukan oleh Ananta Mandal untuk memindahkan suasana kota Kalkuta India sesuia dengan persepsi, pencitraan, kretivitas serta Imajinasinya. Secara histories, senii lukis sangat terkait dengan gambar.

Perkembangan IPA, Teknologi dan Pembangunan di Berbagai Negara Dalam Perspektif Sejarah

BAB VII

IPA, TEKNOLOGI DAN PEMBANGUNAN

7.1. IPA dan Teknologi

7.1.1 Ilmu

 

Ilmu secara fenomenal dapat dipandang sebagai produk, sebagai proses, dan sebagai paradigma etika (sikap atau nilai). Sebagai produk, ilmu adalah semua pengetahuan yang telah diketahui, yang telah disepakati oleh sebagian besar masyarakat ilmiah. Sebagai proses, ilmu adalah kegiatan sosial, untuk memahami alam dengan metode ilmiah, suatu metode yang rasional berdasarkan observasi.

Dipandang dari segi nilai atau paradigma etika ilmu menurut malton, berpegang pada 4 kaidah il,iah yaitu: universalisme, komunisme, disinterestedness dan skeptisisme yang terarah.komunialisme menunjukkan bahwa ilmu itu milik umum. Sedang disinterestedness berarti sikap tidak begitu saja menerima kebenaran , misalnya karena semata-mata karena terpengaruh kewibawaan seseorang, melainkan memerlukan bukti empiris.

Contoh Makalah Struktur Sosial dan Karakteristik Masyarakat Pesisir Jawa

· Masyarakat Pesisir Utara Jawa

Masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang tinggal dan melakukan aktifitas sosial ekonomi yang terkait dengan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan. Dengan demikian, secara sempit masyarakat pesisir memiliki ketergantungan yang cukup tinggi dengan potensi dan kondisi sumberdaya pesisir dan lautan. Namun demikian, secara luas masyarakat pesisir dapat pula didefinisikan sebagai masyarakat yang tinggal secara spasial di wilayah pesisir tanpa mempertimbangkan apakah mereka memiliki aktifitas sosial ekonomi yang terkait dengan potensi dan kondisi sumberdaya pesisir dan lautan.

Contoh Makalah Tokoh Penyebar Agama Islam (Kyai Ahmad Siroj)

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

 

Kyai Ahmad Siroj (M. Sirod), bagi masyarakat Solo dan sekitarnya cukup dikenal dengan sapaan mbah Siroj. Beliau selalu berpakaian khas dengan memakai iket (blangkon), berbaju putih, bersarung ‘wulung’ dan memakai ‘gamparan’ tinggi walau sedang bepergian jauh. Tidak hanya kekhasan dalam berpakaian, namun beliau dikenal juga sebagai seorang ulama yang arif, shaleh, dan mempunyai kharisma. Setiap ucapannya, konon memiliki sejumlah makna (sasmita). Bahkan di jajaran Kota Solo, beliau dikenal sebagai seorang Waliyullah dengan beberapa karomah yang dimilikinya.

Contoh Resume Hutan Negara dan Penetrasi Kapitalisme dalam Eksploitasi Hutan Rembang Sesudah 1865

Pengelolaan an eksploitasi hutan di Hindia Belanda memasuki babak baru. Sistem blandong lama dihapus menyususl lahirnya peraturan kehutanan baru pada 1865 yang dijiwai semangat liberal. Pada bagian akhir abad ke-19 peran swasta dalm berbagai kegiatan ekonomi hindia belanda, termasuk eksploitasi hutan jati, semakin penting. Meskipun tahun 1865 beberapa usaha penebangan hutan secara terbatas telah melibabtkan pengusaha swasta. Peran swasta menjadi penting setelah pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pengusaha swasta dalam eksploitasi hutan jati melalui kontrak. Dalam perubahan prubahan seperti itu tersjadilah kolaborasi antara pemerintah dan kapitalis swasta dalam mengeksploitasi kekayaan hutan.

Resume Citra Tentang Masyarakat Filipina Mitos Pribumi Malas, Karya S.H. Alatas. Jakarta: LP3ES, 1988

Citra tentang Masyarakat Filipina selama Abad ke-17 hingga Abad ke-19

Orang –orang Filipina juga telah dilukiskan secara negatif oleh orang-orang Spanyol dan para pelancong Eropa lainnya. Caren, menulis tentang masyarakat Filipina setelah kunjungannya ke Filipina pada tahun 1696, memberi kesan bahwa mereka menyerupai masyarakat Melayu dalam kedangkalan pandangan mereka. Mereka menjadi malas sejak orang-orang Spanyol berkuasa di tanah mereka.

Resume Peranan Anak Dalam Ekonomi Rumah Tangga Desa di Jawa Karya : Benjamin White

Untuk mengatasi masalah kenaikan jumlah penduduk di Jawa, ada 2 usaha yang diperlukan. Pertama, pemerintah atau lembaga terkait, harus memberikan keterangan-keterangan, alat-alat atau obat-obat pencegah kehamilan. Kedua, dari segi rakyat, para calon ibu serta suaminya harus memiliki keinginan sendiri untuk membatasi jumlah anak mereka.

Kelebihan penduduk dan adanya suplus tenaga kerja di pedesaan Jawa bukan berarti bahwa orang terpaksa menganggur (dalam arti tidak bekerja sama sekali) untuk waktu lama. Malah sebaliknya, karena kurang adanya kesempatan kerja produktif. Mereka terpaksa melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang semakin marginal dan kurang produtif (artinya dengan imbalan yang semakin rendah) dan karenanya harus bekerja relative lebih lama untuk mencapai hasil minim yang diperlukan mereka. Di lingkungan ekonomi pedesaan, tenaga kerja tersedia secara berlebihan dan murah.

Contoh Makalah Kota New Delhi

Pendahuluan

Sirjamaki, dalam bukunya The Sociology of Cities, menjelaskan bahwa kota merupakan pusat-pusat komersial dan industri, kota-kota juga merupakan sekumpulan penduduk dengan tingkat pemerintahan sendiri yang diatur oleh pemerintah-pemerintah kota. Kota juga merupakan pusat-pusat untuk belajar belajar serta tempat kemajuan peradaban. Dilihat dari segi sejarah, kota-kota merupakan tempat kelahiran peradaban dunia, dan di kotalah menjadi tempat bagi pembentukan peradaban yang lebih tinggi.[1]

Contoh Makalah Sengketa Tanah Masyarakat di Sektor Kehutanan

Sebagai sumber agraria yang paling penting, tanah merupakan sumber produksi yang sangat dibutuhkan sehingga ada banyak kepentingan yang membutuhkannya. Perkembangan penduduk dan kebutuhan yang menyertainya semakin tidak sebanding dengan luasan tanah yang tidak pernah bertambah. Karena itulah, tanah dan segala sumber daya alam yang terkandung di dalamnya selalu menjadi ”ajang perebutan” berbagai kepentingan yang senantiasa menyertai kehidupan manusia. Tidak heran jika sejak zaman dahulu tanah selalu menjadi obyek yang diperebutkan sehingga memunculkan adanya sengketa dan konflik yang berkaitan dengan tanah dan sumber daya yang dikandungnya. Disamping itu Adanya ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah serta ketimpangan terhadap sumber-sumber produksi lainnya menyebabkan terjadinya konflik pertanahan.

Sejarah Terbentuknya Partai Nasional Indonesia (PNI Baru)

Setelah Hatta kembali dari Belanda pada tanggal 24 Agustus 1932. Setelah sebelumnya mencoba mempengaruhi dan mengamati gerakan nasionalis dari jauh yakni negeri Belanda, akhirnya dia dapat juga melibatkan dirinya dalam kegiatan sehari – hari pergerakan itu. Awalnya ia tinggal bersama orang – orang Sumatera, lalu ia memperbarui persahabatannya dengan orang – orang yang sebelumnya adalah rekan anggota PI, yang sebagian merupakan lawan politiknya di Partindo. Dan semuanya beralih perhatiannya ke PNI Baru. Setelah itu mereka mengambil alih pimpinan dari partai dari Sjahrir.

Pengaruh Perhimpunan Indonesia dengan Berdirinya Partai Nasional Indonesia

Pada saat itu, di tanah air sedang terjadi kelesuan, kecemasan, dan serba ketakutan, akibat dari timbulnya pergerakan komunis untuk mencapai kemerdekaan dengan paham komunisme yang gagal. Pergerakan komunis tersebut terjadi pada bulan November 1926, yang ditunjukkan untuk memberontak terhadap pemerintah Hindia Belanda. Banyak tokoh- tokoh pergerakan nasional dan rakyat ditangkap. Ada yang dijebloskan dalam penjara, dihukum gantung, ditembak amti, diasingkan dan masih banyak cara lain yang sifatnya menindas rakyat Indonesia.

 

Tokoh- tokoh pergerakan nasional, sekalipun bukan tokoh komunis ikut menjadi korban tindakan kekerasan pihak Belanda itu. Pihak komunis memang tidak memperhitungkan akibat yang akan terjadi. Hanya kepentingan golongan merekalah yang menjadi perhatian. Sedangkan pada masa itu jelas bahwa kekuatan pihak penjajah sangat besar dan hanya dapat dilawan dengan adanya persatuan dan kesatuan bangsa. Inilah akibat hanya mementingkan sepihak, akhrinya mengorbankan semuanya untuk kepentingan perjuangan nasional.

Tokoh-tokoh yang Berperan Dalam PNI (Partai Nasional Indonesia) dan pemikirannya Bagi Pergerakan Nasional di Indonesia

Soekarno dan Pemikirannya Untuk PNI

Soekarno merupakan seorang pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI). Dalam usahanya untuk mengembangkan partai atau organisasi yang didirikannya, ia mencetuskan ide atau paham Marhaenisme, yang didalamnya merupakan sintesis dari ajaran Marxisme. Soekarno adalah orang yang sangat memperhatikan orang miskin. Seluruh kemelaratan dan kemiskinan orang lain menjadi perhatiannya. Sikap inilah yang mendorong Soekarno untuk memperjuangkan serta membela nasib rakyat miskin. Pada usia 20 tahun Soekarno mencetuskan suatu konsep “Marhaenisme”. Marhaenisme adalah organisasi PNI. Dengan demikian organisasi PNI yang didirikan oleh Soekarno tidak dapat dipisahkan dari “marhaenisme”.

Sejarah Berdirinya PNI (Partai Naional Indonesia)

Lahirnya PNI dilatarbelakangi oleh situasi sosio-politik yang kompleks, yang mau tidak mau organisasi baru itu harus menyesuaikan dengan situasi baru.[1] Pemberontakan-pemberontakan PKI tahun 1926 menimbulkan gerakan nasionalis. Pertama, pemberontakan dengan kekerasan itu tidak ada gunanya karena akan mudah ditekan Belanda. Kedua, pembubaran PKI membuat para pemimpin-pemimpin di buang ke Boven Digul untuk menyingkirkan komunis dari area politik. Ketiga, kegagalan PKI akan menyadarkan untuk membentuk organisasi nasionalis. Keempat, dengan tidak adanya PKI akan tercipta kekosongan gerakan nasionalis akan memerlukan arahan partai-partai nasionalis. Pemberontakan PKI tahun 1926 membangkitkan semangat baru untuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah. Pemberontakan itu menggerakkan Sudjadi, wakil resmi PI di Indonesia bersama Iskaq dan Budyarto akan membentuk suatu partai baru sesuai dengan PI. Partai baru tidak didasarkan pada Islam maupun komunisme keyakinan Hatta bahwa partai baru itu akan dikendalikan oleh PI dan dapat mengendalikan kegiatan partai dari negeri Belanda. sementara rencana PI untuk membuat partai baru akan mulai terwujud, tetapi di Indonesia muncul gerakan nasionalis. Rencana pembentukan SRNI (Sarekat Ra’jat National Indonesia) berpindah tangan dari tangan Hatta di negeri Belanda ke kelompok nasionalis dalam Kelompok Studi Umum di Bandung.

Sejarah Kerajaan Banten (Raja-Raja yang Memerintah dan Keadaan Ekonomi, Sosial dan Budaya)

Banten awalnya merupakan salah satu dari pelabuhan kerajaan Sunda. Pelabuhan ini direbut pada tahun 1525 oleh gabungan dari tentara Demak dan Cirebon. Setelah ditaklukkan daerah ini di Islamkan oleh Sunan Gunung Jati. Pelabuhan Sunda lainnya yang juga dikuasai Demak adalah Sunda Kelapa, dikuasai demak pada tahun 1527, dan diganti namanya menjadi Jayakarta.

Peninggalan-Peninggalan pada Masa Kerajaan Majapahit (Seni Bangunan, Patung, Sastra)

Kerajaan Majapahit sebagi kerajaan yang besar Kerajaan Majapahit berkembang dengan baik, sehingga memiliki peninggalan berupa seni bangunan, patung, dan karya sastra.

 

a. Seni Bangunan

Antara lain, Pemandian atau petirtaan, gapura yang berbentuk seperti candi Bentar maupun Bajang Ratu, Candi Penataran di Blitar dll.

 

b. Seni Patung

Yaitu seperti patung erwujudan Raden Wijaya sebagai Harihara atau sebagai Syiwa dan Wisnu dalam satu arca, patung Putri Suhita dan patung tribhuwana sebagai Parwati.

 

c. Seni Sastra

1. Kitab Negarakertagama

Kitab ini ditulis pada masa pemerintahan Hayam Wuruk oleh Empu Prapanca. Kitab ini sangat penting untuk mengetahui kerajaan Singasari dari masa pemerintahan Ken Arok.

 

2. Kitab Sutasoma

Kitab ini dikarang oleh Empu Tantular isinya yang menceritakan Sutasoma, putera Raja yang meninggalkan keduniawian dan mendalami agam Budha. Dalam kitab ini terdapat kata “ Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa”. Kata Bhineka Tunggal Ika menjadi semboyan persatuan bangsa Indonesia.

 

3. Kitab Arjunawijaya

Kitab ini dikarang oleh Empu Tantular isinya yang menceritakan tentang kisah Raja Arjuna Sasraprabu dan Patih Sumantri melawan Raksasa Rahwana.

 

4. Kitab Pararaton

Kitab ini berisi tentang dongeng dan mitos. Bagian kedua mengisahkan kerajaann Majapahit mulai dari Raden Wijaya, Jayanegara, pemberontakan Ranggalawe dan Sora, perang Bubad, dan daftar raja sesudah Hayam Wuruk.

 

5. Kitab Tantu Panggelaran

Kitab ini menceritakan Batara Guru yang memberi tugas para dewa untuk mengisi

 

6. Kitab Sundayana

Kitab ini menceritakan tentang Perang Bubad antara Majapahit dan kerajaan Pajajaran di lapangan Bubad, sebelah utara kota Majapahit.

 

7. Kitab Paman Canggah

Kitab ini menceritakan tentang para Dewa Agung, Nenek Moyang Raja Kerajaan Gelgel.

 

8. Kitab Usana Bali

Kitab ini menceritakan tentang keganasan raksasa yang bernama Maya Dhanawa, yang mangacau Kerajaan. Dengan berbagai penyamaran, Maya Dhanawa berhasil menghindari serangan Raja Bali dan akhirnya raksasa itu berhasil dibunuh oleh para Dewa.

 

Daftar Pustaka

Notosusanto, Nugroho. Et.al.1984. Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta: PN Balai Pustaka

Siti Waridah Q, 1997, Sejarah Kebudayaan Indonesia, Yogyakarta, Bumi Aksara.

Siti Waridah Q, 2002, Sejarah Nasional dan Umum 1, Yogyakarta, Bumi Aksara.

Soekmono, R. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan indonesia jilid 1-3,Yogyakarta, Kanesius.

Sumber-Sumber pada Masa Kerajaan Singasari dan Raja-Raja yang Memerintah di Kerajaan Singasari

a. Bangunan Candi

Keberadaan Kerajaan Singasari dibuktikan memlalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singasari sampai Malang, Surabaya. Bangunan candi tersebut antara lain Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singosari dan patung Joko Dolok.

Sejarah Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Timur dan Karya-Karya Sastranya

Mpu Senduk di Jawa Timur mendirikan Dinasti baru yaitu Dinasti Isyana dengan kerajaannya bernama Medang Mataram (Mataram Hindu Jawa Timur). Ia berkuasa sampai 947 M. Pengganti selanjutnya tidak diketahui dengan pasti kecualai pada awal abad ke-11 muncul nama Dharmawangsa Teguh (991-1016). Ia gigih untuk menaklukkan Sriwijaya, dan usahanya tidak berhasil, sebaliknya ia dan keluarganya mengalami Pralaya atau kehancuran.

Kehancuran tersebut akibat serangan dari kerajaan Sriwijaya yang di bantu oleh kerajaan kecil yang bernama Wurawari. Tetapi Airlangga bersama istrinya dapat lolos berkat usaha para pengawal Airlangga yang bernama Narotama, menuju hutan Wonogiri dan menjadi pertatapa sampai tahun 1019.. tahun 10019 Airlangga dinobatkan oleh pendeta Budha dan Brahmana (pendeta Hindu) menjadi Raja.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudra Pasai (Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya)

Kerajaan Samudra Pasai merupakan Kerajaan Islam yang pertama. Mengenai awal dan tahun berdirinya kerajaan ini tidak diketahui. Kerajaan Samudra Pasai terletak di Kabupaten Lhkseumauwe, Aceh Utara, yang berbatasan dengan Selat Malaka. Lokasi Samudra Pasai sangatstrategis karena terletak di jalur perdagangan internasional, yang melewati Selat Malaka. Dengan posisi yang strategis tersebut Samudra Pasai berkembang menjadi kerajaan Islam yang cukup kuat, dan dipihak lain Samudra Pasai berkembang sebagai bandar transito yang menghubungkan para pedagang Islam yang datang dari arah barat dan para pedagang Islam yang datang dari arah Timur. Hal itulah yang menyebabkan Samudra Pasai mengalami perkembangan yang begitu pesat dalam hal Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

Contoh Hasil Karya Sastra (Seni Sastra) pada Masa Kerajaan Kediri (Kerajaan Panjalu)

a. Kitab Hariwangsa dan Gatotkaca yang ditulis oleh Mpu Panuluh pada masa Jayabaya.
 
b. Kitab Simaradahana karya Mpu Darmaja.
 
c. Kitab Lubdaka dan Wertasancaya karya dari Mpu Tan Akung.
 
d. Kitab Kresnayana karya dari Mpu Triguna.
 
e. Kitab Sumanasantaka karya dari Mpu Monaguna.
 
f. Kitab Gatutkacasraya

Contoh Paper Sejarah Perkotaan (Menuju Kota Surabaya Bebas Prostitusi: Penutupan Lokalisasi Dolly 2014)


Pendahuluan 

Perkembangan kota memberikan berbagai pengaruh bagi masyarakat secara luas baik pengaruh positif maupun negatif. Saat ini, pembangunan kota seperti Kota Surabaya cenderung pada perencanaan dan pengembangan pembangunan kawasan–kawasan ekslusif.[1] Sedangkan, penataan kawasan–kawasan terpinggirkan kurang berpihak kepada masyarakat-masyarakat kecil. 

Kawasan perkotaaan memiliki berbagai problematika yang lebih kompleks dibandingkan dengan kawasan pedesaan ataupun kawasan lain.[2] Permasalahan sosial diperkotaan sangatlah luas, mulai dari kriminalitas, kemiskinan, pelacuran,[3] kepadatan penduduk, dan lain sebagainya. Pelacuran atau prostitusi disini sangatlah menarik, dimana hampir disetiap kota besar di Indonesia memiliki tempat–tempat lokalisasi yang mana, membuat sejarah kota semakin kompleks.

Sumber Sejarah Karya-Karya Sastra Pada Masa Kerajaan Kediri atau Kerajaan Penjalu

Kerajaan kediri merupakan Kerajaan Penjalu yang merupakan kerajaan hasil dari pembagian Raja Airlangga yang telah membagi kerajaannya menjadi 2 bagian yaitu kerajaan Jenggala dan Kerajaan Penjalu. Kerajaan kediri daerahnya meliputi Kediri, Madiun dan Ibukotanya Daha. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga menyebabkan peperangan.

Sumber Sejarah Kerajaan Kediri

Pada awalnya erang saudara tersebut, dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya Penjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut. Selain dengan ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab sastra.

Raja-Raja yang Memerintah di Kerajaan Majapahit dari Berdirinya hingga Keruntuhannya

1. Raden Wijaya (1293-1309)
Berdirinya kerajaan Majapahit adalah usaha dan perjuangan Raden Wijaya dibantu oleh pengikutnya. Ia mampu memanfaakan kedatangan tentara Cina Mongol (Kubilai Khan) yang datang ke pulau Jawa untuk menghukum Kertanegara. Kedatang Kubilai Khan dimanfaatkan untuk menyerang Jayakatwang di Kediri, sehingga kekalahan Kertanegara dapat terbalaskan karena Jayakatwang akhirnya meninggal di Ujung Galuh.
Setelah berhasil mengalahkan pasukan Kubilai Khan, maka pada tahun 1293 Raden Wijaya dinobatkan menjadi raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang kuat, maka Raden Wijaya melakukan berbagai tindakan yaitu seperti membangun Majapahit sebagai pusat pemerintahan, mengawini keempat putri Kertangera yaitu Dewi Tribuwaneswari (Parameswari) dll.

Contoh Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (INDUSTRI DI PEDESAAN: TRANSFORMASI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA BERDIRINYA PT ECO SMART GARMENT INDONESIA DI KECAMATAN KLEGO KABUPATEN BOYOLALI)

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Masyarakat desa sebagai bagian terbesar dari masyarakat Indonesia, di sini, memang mendapatkan perhatian yang cukup besar dari pemerintah kita.Dalam kaitan masa pembangunan ini, daerah pedesaan (termasuk masyarakatnya) dijadikan sasaran dan obyek sekaligus subyek pembangunan. Lewat pembangunan ini diharapkan tidak terjadi kesenjangan antara desa dan kota.

Raja-Raja yang Terkenal dari Kerajaan Kediri

1. Raja Kameswara memerintah tahun (1115-1130 M) mempergunakan lancana Cndrakapala yaitu tengkorak yang bertaring, pada masa pemerintahannya banyak dihasilkan karya-karya sastra, bahkan kiasan hidupnya dikenal dalam Cerita Panji.
 
2. Raja Jayabaya memerintah pada tahun 1130-1160 M) mempergunakan lancana Narasingha yaitu setengah manusia setengah singa, pada masa pemerintahannya Kediri mencapai puncak kebesarannya dan juga banyak dihasilkan karya sastra terutama ramalan yang berjudull Ramalan Jangka Jayabaya, yang berisi tentang ramalan masa depan Indonesia, antara lain ramalan akan datangnya Ratu Adil.

Sumber Sejarah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Serta Kehidupan Politik dan Ekonomi Sriwijaya

Sriwijaya adalah merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara pada waktu itu (abad ke 7-15 M).

 

Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

 

1. Sumber-Sumber Dari Dalam Negeri

Sumber dari dalam negeri berupa Prasasti yang berjumlah 6 buah yang menggunakan bahasa Melayu Kuno dan huruf Pallawa, serta telah menggunakan angka tahun Saka.

 

a. Prasasti Kedukan Bukit di temukan di Kedukan Bukit, di tepi sungai Talang dekat Palembang berangka tahun 605 Syaka atau 683 M. Isi dari Prasasti ini menceritakan tentang perjalanan suci/sidayata yang dilakukan Dapunta Hyang, berangkat dari Muaratamwan dengan membawa tentara sebanyak 20.000 orang, dan dari perjalanannya itu berhasil menaklukkan beberapa daerah.

 

b. Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat kota Palembang berangka tahun 606 Syaka/684M. Prasasti ini berisi tentang pembuatan Taman Sriksetra untuk kemakmuran semua makhluk dan terdapat doa-doa yang bersifat Budha Mahayana.

Sejarah Kerajaan Tarumanegara Sumber Sejarah Aspek Sosial Budaya dan Politik

Bukti-bukti adanya kerajaan Tarumanegara diketahui melalui sumber-sumber sejarah yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa 7 buah Prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta, satu di Lebak Banten, satu di Pasir Awi.

Sumber Sejarah Dari Dalam Negari

a. Prasasti Ciaruteun atau Prasasti Ciampea
Prasasti ini ditemukan ditepi sungai Ciaruteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor Prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris syair.
v Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas derah tersebut.
v Di India, cap telapak kaki melambangkan kekuasaan sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini menegaskan kedudukan Purnawarma yang diibaratkan sebagai dewa.

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno (Mataram Hindu-Budha)

Sejarah Mataram Kunoatau disebut juga dengan Bhumi Mataram pada awalnya terletak di Jawa Tengah. Daerah Mataram di kelilingi oleh banyak pegunungan dan di tengahnya banyak mengalir sungai besar diantaranya sungai Progo, Bogowonto, Elo, dan Bengawan Solo. Keadaan tanahnya subur sehingga oertumbuhan penduduknya cukup pesat.
 
Sumber Sejarah Kerajaan Mataram Kuno
 
1. Sumber-Sumber Berupa Prasasti
Prasasti yang menjelaskan tentang keberadaan Kerajaan Mataram Kuno yaitu antara lain:
a. Prasasti Canggal ditemukan di halam Candi Gunung Wukir di desa Canggal berangka tahun 654 Syaka dalam bentuk Candrasangkala atau 732M, berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Dalam prasasti ini berisi tentang menceritakan tentang pendirian Lingga (Lambang Syiwa) di desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya. Selain itu juga menceritakan bahwa yang menjadi raja mula-mula Sanna kemudian digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha (Saudara perempuan Sanna).
b. Prasasti Kalasan, ditemukan di desa Kalasan Yogyakarta berangka tahun 778M, ditulis dalam huruf Pranagari (India utara) dan bahasa Sansekerta. Dalam isi prasasti ini menceritakan tentang pendirian bangunan Suci untuk dewi Tara dan biara untuk pendeta oleh Raja Pangkaran atas permintaan keluarga Syailendra dan Panangkaran. Selain itu juga menceritakan bahwa raja juuga menhadiahkan desa Kalasan untuk para sanggha (umat Budha).
c. Prasasti Mantyasih ditemukan di Mantyasih Kedu, Jateng berangka tahun 907 M yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. prasasti ini berisis tentang raja-raja mataram. Untuk itu prasasti Mantyasih ini disebut juga dengan Prasasti Balitung.
d. Prasasti Klurak ditemukan di desa Prambanan berangka tahun 782 M ditulis dengan huruf Pranagari dan bahasa Sansekerta. Yang berisi menceritakan pembuatan arca Manjusri oleh raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadananjaya.

Essay Tentang Voltaire (1694-1778)


Voltaire lahir tahun 1694 di Paris dari keluarga menengah, dan ayahnya seorang ahli hukum. Di masa mudanya Voltaire belajar di perguruan Jesuit Louis-le-Grand di Paris. Selepas itu dia belajar ilmu hukum sebentar tetapi kemudian ditinggalkannya. Selaku remaja di Paris dia dikenal cerdas, pandai humor tingkat tinggi.[1] Ia dikirim ke Kolose Jesuit oleh orang tuanya yang borjuis sehingga ia memiliki koneksi yang luas. Kemudian ia masuk ke kalangan bangsawan kehakiman. Sementara itu, Ordo jesuit menginginkan muridnya yang berbakat untuk menjalani latihan yang istimewa dan mengharapkan muridnya menjadi orang suci yang dihargai. Akan tetapi Voltaire menolak keinginan orang tua maupun gurunya. Ia hanya ingin mendapat status sebagai penyair.

Essay Tentang Leopold Van Ranke (1795-1886)

Leopold Van Ranke merupakan sejarawan Jerman yang paling berpengaruh pada abad ke-19, lahir pada tanggal 20 Desember 1795 di Whice. Ranke meninggal di Berlin pada tanggal 23 Mei 1886. Ketika sedang menyelesaikan studinya dibidang teologi dan filologi klasik di University of Leipzig, ia menulis karya pertamanya dalam bahasa Jerman yang kemudian diterjemahkan dengan judul Histories of the Latin and Germany Nations 1494-1514. Karya-karya Ranke yang ditulis dalam bahasa Jerman dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris antara lain : History of the popes; German History in the Age of the Reformation, French History, dan English History.[1]

Ilmu Sosial dan Mazhab Annales

Mazhab Annales

Mazhab Annales merupakan suatu kelompok yang menekuni sejarah dengan metodologi yang berbeda. Sebuah “mazhab” yang diprakarsai oleh Lucien Febvre dan Marc Bloch ini dikenal dengan pendekatan “sejarah total” yaitu sejarah tentang seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dalam sejarah total itu, kaum Annals juga memasukkan gejala kemanusiaan yang paling tahan terhadap perubahan yakni mentalitas di ranah imajiner kolektif atau di bawah sadar kolektif.[1]

Pengaruh Pemikiran Mazhab Annales Terhadap Perkembangan Historiografi Dunia

A. Latar Belakang

Mazhab Annales lahir dari ketidakpuasan akan sejarah “tradisional” atau yang menyebut dirinya “ecole methodique”. Lahir pada tahun 1929 di Strasbourg dalam bentuk sebuah jurnal sejarah, Les Annales d’histoire ecenomique et sociale, yang namanya sampai kini menjadi nama mazhab Annales.[1]


Sejarah sejarah sebelum Annales terbatas pada peristiwa-peristiwa politik, diplomasi, dan militer yang penjelasannya hanya rangkaian peristiwa, seolah-olah tidak ada latar atau akar social dari peristiwa-peristiwa tersebut. Sejarawan yang kemudian di sebut sejarawan bermazhab methodique ini mengedepankan sumber arsip sebagai suatu keabsahan dari fakta sejarah. Ini sangat dimafhum karena jiwa zaman memungkinkan untuk itu. Arsip-arsip Prancis di rangkai menjadi sejarah untuk membentuk rasa nasionalisme, bahkan menjadi buku pelajaran di sekolah-ekolah prancis. Maka tidak heran historiografi di warnai peristiwa-peristiwa besar.

Contoh Makalah Tentang Perang Irak-Iran

BAB I
PENDAHULUAN

Konflik sering kali muncul di negara-negara kawasan Timur Tengah, diawali sejak masa suku-suku yang mendominasi dan menjadi actor dalam berkonflik ataupun berperang, sampai saat inipun perang dikawasan Timur Tengah belum berhenti. Sehingga wilayah penyuplai minyak terbesar didunia ini disebut kawasan yang panas akan konflik. Berbagai macam konflik ataupun perang muncul diwilayah ini, namun dalam tulisan ini saya akan menjelaskan seluk beluk perang yang terjadi antara Irak dan Iran yang terjadi pada tahun 1980 sampai tahun 1988 yang sering disebut dengan Perang Teluk I.

Contoh Makalah Sejarah tentang Pemberontakan Petani Banten 1888

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Makalah ini berisi pembahasan mengenai buku yang berjudul Pemberontakan Petani Banten 1888. Merupakan terjemahan dari disertasi buah karya Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo dengan judul asli The Peasant’s Revolt of Banten in 1888. Kehadirannya telah memberikan secercah perubahan dalam kancah intelektual. Karya yang memperoleh predikat cum laude dari Universitas Amsterdam ini menjadi referensi utama dalam penulisan sejarah gerakan sosial dan petani di Indonesia. Maka sangat menarik untuk memberikan penilaian pada karya luar biasa ini.

Essay Tentang Mazhab Annales

Mazhab Annales

Pendekatan Annales membebaskan ilmu sejarah dari kesempitan cakrawala: terbatas pada peristiwa-peristiwa politik, diplomasi, dan militer seperti yang terdapat dalam arsip-arsip, seperti yang dianut para sejarawan bermazhab methodique.[1]


Mazhab sejarawan Annales Perancis ini terpusat pada jurnal Annales yang menjadi ciri khas historiografi abad ke-20. Penulis dari mahzab Annales memiliki keyakinan bersama tentang keharusan sejarawan berorientasi kepada ilmu sosial lain dalam melakukan pendekatan-pendekatan ilmiah terhadap sejarah dan sisi lain. Mereka menawarkan konsepi-konsepi yang diyakini oleh sebagian sejarawan dalam abad XIX dan abad XX. Sejarawan Annales secara radikal mengubah konsepsi ini dengan penegasan relativitas dan multilayering waktu.

Pengaruh Pemikiran Niccolo Machiavelli Terhadap Renaissance

Niccolo Machiavelli lahir di Florence, Italia, 3 Mei 1469, anak kedua dari Bernardo Machiavelli dan Bartolomea de’Nerli, dari keluarga bangsawan di Florence. Meninggal di Florence, Italia, 21 Juni 1527 pada umur 58 tahun. Ayahnya adalah seorang ahli hukum. Bernardo adalah seorang pengagum sejarah masa-masa klasik Yunani dan Romawi, Kekaguman Bernardo terhadap karya-karya Yunani Kuno dan Romawi Kuno itu kemudian diwariskan kepada Machiavelli, sehingga pada usia yang sangat muda Machiavelli sudah memiliki kemampuan menulis karangan dalam bahasa Latin.

Makalah tentang Kongres Wina tahun 1814

BAB I

PENDAHULUAN


Sejarah adalah suatu hal yang unik di mana suatu peristiwa yang terjadi di belahan bumi yang lain ternyata membawa dampak bagi peristiwa yang berbeda di belahan bumi lain pula. Keterkaitan antara suatu peristiwa yang satu dengan yang lain membuat suatu rangkaian yang berkesinambungan sehingga dalam mempelajari sejarah mau tidak mau kita harus memperhatikan objek sejarah-di tempat lain-yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa yang akan dipelajari. Hal inilah yang akan kami bahas di mana peristiwa-peristiwa yang terjadi di Eropa sana ternyata membawa perubahan besar terhadap nasib bangsa-bangsa asia yang hidup dalam penjajahan Bangsa Eropa.

Contoh Proposal Usaha Budidaya Lele

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Setiap manusia ingin hidup sehat dan sejahtera, manusia akan memiliki produktifitas yang tinggi untuk mencapai tujuan hidupnya. Untuk mendapatkan kehidupan yang demikian manusia membutuhkan makanan yang bergizi baik. 


Makanan bergizi dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah ikan lele. Permintaan konsumen terhadap ikan lele semakin meningkat di berbagai daerah. Budidaya ikan konsumsi ini sangat potensial dan prospek pengembangannya sangat bermanfaat untuk meningkatkan protein yang dibutuhkan masyarakat.

Resume KLASIFIKASI SIMBOLIK DAN ORIENTASI NILAI BUDAYA ORANG JAWA Karya Koentjaraningrat, 1994, Balai Pustaka Jakarta

KLASIFIKASI SIMBOLIK DAN ORIENTASI NILAI BUDAYA ORANG JAWA

1. Sistem Klasifikasi Simbolik

Klasifikasi Simbolik. Unsur-unsur kebudayaan yang paling menonjolkan sistem klasifikasi simbolik orang jawa adalah bahasa dan komunikasi, kesenian dan kesusasteraan, keyakinan keagamaan, ritus, ilmu ghaib dan petangan, serta beberapa pranata dalam organisasi social.

Sistem klasifikasi simbolik orang Jawa didasarkan pada dua, tiga, lima dan Sembilan kategori. Sistem yang didasarkan pada dua kategori dikaitkan dengan hal-hal yang berlawanan, yang bermusuhan, atau yang saling butuh-membutuhkan, dan terutama yang didasarkan pada perbedaan antara orang serta hal-hal yang tinggi.

Resume Buku Makna Agama dalam Masyarakat Jawa Karya Drs. Mohammad Damanim M.Ag. 2002, Penerbit: LESTI Yogyakarta

Masyarakat Jawa


Pengertian masyarakat jawa yaitu masayarakat yang beretnis jawa yang masih komitmen terhadap kebudayaan jawa apakah tinggal di Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta atau juga diluar Pulau Jawa. Batasan “masyarakat jawa” di atas tidak membedakan orang Jawa dalam varian sebagaimana seperti yang dirumuskan oleh Clifford Geertz, yaitu santri dan abangan, misalnya melainkan lebih ditekankan masihkah anggota masyarakat yang beretnis Jawa tersebut komitmen kebudayaan Jawa atau tidak (sekurang-kurangnya telah mulai luntur).

Biografi Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi)

Ernest Douwes Dekker 
(Danudirja Setiabudi)

A. Biografi Ernest Douwes Dekker.

Ernest François Eugène Douwes Dekker lahir di Pasuruan Jawa Timur, pada tanggal 8 Oktober 1879, Douwes Dekker meninggal pada tanggal 28 agustus 1950 pada umur 70 tahun di Bandung Jawa Barat. Ernest Douwes Dekker bernama asli Danudirja Setiabudi. Ayahnya bernama Auguste Henri Edouard Douwes Dekker, seorang agen perbankan. Sedangkan ibunya, Louisa Margaretha Neumann, seorang indo campuran Jerman-Jawa. Beliau adalah tokoh politik dan patriot Indonesia, pembangkit semangat kebangsaan Indonesia, penentang penjajahan yang gigih, wartawan dan sastrawan.[1]

CONTOH MAKALAH TENTANG SEJARAH PERKOTAAN (KOTA MADINAH)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Madinah adalah kota yang sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW bernama Yatsrib dan terdiri dari dua suku bangsa yaitu suku Arab dan suku Yahudi, bangsa arab yang tinggal di Yatsrib terdiri dari penduduk setempat dan pendatang dari Arab selatan yang pindah ke Yatsrib karena pecahnya bendungan Ma’arib. Arab pendatang inilah yang terkemuka di kalangan Arab Yatsrib dan dikenal dengan suku Aus dan suku Khazraj. 

Dalam perjalanan ke Yatsrib Nabi ditemani oleh Abu Bakar, ketika tiba di Quba, sebuah desa yang jaraknya sekitar lima kilometer dari Yatsrib, Nabi istirahat beberapa hari lamanya dan beliau membangun sebuah masjid, inilah masjid pertama dibangun Nabi sebagai pusat peribadatan, tak lama kemudian Ali menggabungkan diri kepada Nabi setelah urusan di Makkah selesai. Sementara itu penduduk Yatsrib sangat menunggu-nunggu kedatangan Nabi, akhirnya waktu yang mereka tunggu itu tiba. Sejak hijrahnya Nabi itu, sebagai penghormatan terhadap Nabi, nama Yatsrib itu diganti menjadi Madinatun Nabi (kota Nabi) atau disebut juga Madinatul Munawwarah (kota yang bercahaya) karena dari sanalah sinar Islam memancar keseluruh dunia.

Contoh Resume Pemberontakan-Pemberontakan Petani Banten

Pemberontakan-Pemberontakan Petani Banten

Pemberontakan petani di Banten pada tahun 1888 merupakan pemberontakan yang besar, yang menjadi pergolakan sosial yang menonjol di Jawa abab XIX. Pemimpin-pemimpinnya merupakan satu golongan elite, yang mengembangkan dan menyebarkan ramalan-ramalan dan visi sejarah yang sudah turun-temurun mengenai akan datangnya Ratu Adil atau Mahdi. Sedangkan anggota gerakan itu terdiri dari petani. Disini guru agama atau pemimpin mistik memainkan peranan utama dalam hampir semua pemberontakan besar.

CONTOH MAKALAH Demonstrasi Antara Mahasiswa dengan Aparat Kepolisian di Yogyakarta para Era Orde Baru

BAB I 
A. Latar Belakang Masalah

Indonesia bergejolak pada tahun 1998 menyusul krisis moneter yang melanda indonesia saat itu. Penolakan Soeharto sebagai Presiden kembali, memprotes kenaikan harga-harga, dan mendesak untuk dilaksanakannya Reformasi. Hal itu memicu para mahasiswa di berbagai kampus di Indonesia melakukan aksi demonstrasi untuk menurunkan Soeharto. 

Unjuk rasa bedarah itu terjadi di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan institut keguruan dan ilmu pendidikan (IKIP) yang lokasinya berseberangan. Disini para pengunjuk rasa juga memprotes kekerasan aparat Massa Rakyat Bentrok dengan Aparat ABRI, di lokasi tersebut.

Pembubaran secara paksa yang dilakukan oleh pihak keamanan dengan melakukan penyerbuan yang dibuka oleh panser penyemprot air dan tembakan gas air mata terhadap pengunjuk rasa di depan Hotel Radison yang terletak di pertigaan antara Jl. Gejayan dan Jl. Kolombo. Mahasiswa dan masyarakat melawan aparat dengan batu, petasan dan bahkan bom molotov pada sore itu di sekitar Jalan Gejayan.

Resensi Buku Kehidupan Dunia Kraton Surakarta 1830-1939 Yogyakarta, Tamansiswa, 1989 Penulis : Darsiti Soeratman

Judul Buku : Kehidupan Dunia Kraton Surakarta 1830-1939

Judul Asli : Life of Javanese aristocracy in Surakarta from 1830 to 1939

Sub Judul : Edisi

Penulis : Darsiti Soeratman

Penerjemah : -

Penerbit : Taman Siswa Yogyakarta 1989

Hak Cipta : Yayasan Pustaka Indonesia

Tahun Terbit : 1989

Kategori : Sejarah Kebudayaan

Tebal : 231 Halaman

Ukuran Buku :
Buku ini memaparkan kehidupan dunia kraton, dimana kraton merupakan tempat yang unik karena bangunannya yang sangat luas, dan struktur bangunannya yang bersifat khusus. Kraton Surakarta didirikan pada tahun 1746 sebagai pengganti kraton Kartasura yang telah hancur karena serangan musuh, kraton Surakarta didirikan oleh pakubuwana II. Luas karesidenan Surakarta 6217 km2 dan separoh dari daerah itu adalah milik kasununan, sedang daerah lainnya masuk daerah Mangkunegara.

CONTOH MAKALAH SOSIOLOGI PENDIDIKAN Tentang Komersialisme pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

Komersialisasi pendidikan, bisa diartikan dengan memperdagangkan pendidikan. Mencari keuntungan melalui pendidikan. Bahkan, diartikan juga menjadikan pendidikan sebagai komoditas perdagangan, lengkap dengan segala serba-serbi yang ada di dalamnya. Mencari keuntungan melalui pendidikan sebenarnya tidak sepenuhnya bisa dipersalahkan. Tapi, kenyataan saat ini komoditas pendidikan mulai diminati banyak orang. Dan tak hanya itu, kini pendidikan tak lebih dari sekilo bawang merah yang menjadi komoditas perdagangan bangsa ini.

Komersialisasi pendidikan sangat berbahaya, bila diartikan sesuai dengan jabaran secara etimologis di atas. Bahkan, sampai hal-hal kecil dalam pendidikan pun akan dikomersialisasi. Tak dapat dipungkiri, masing-masing dari kita saat ini tengah merasakan betapa kejamnya pendidikan yang telah menjadi komoditas perdagangan. Bahkan, ibaratnya tusuk gigi di warung makan pun kini harus membayar. Seperti itu pula lah yang terjadi dalam pendidikan kita.

Resensi Buku Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologi di Indonesia Karya : Clifford Geertz

Judul Buku : Involusi Pertanian

Judul Asli : Agricultural Involution: The Process of Ecological Change in Indonesia (1963)

Sub Judul : Proses perubahan ekologi di Indonesia

Penulis : Clifford Geertz

Penerjemah : S. Supomo

Penerbit : Bhatara Karya Aksara

Tahun Terbit : 1983

Kota Terbit : Jakarta

Kategori : pertanian

Tebal : 178 Halaman


Isi buku :


Buku ini memaparkan tentang proses perubahan ekologi di Indonesia, dimana terhambatnya pembangunan ekonomi di Indonesia disebabkan oleh involusi pertanian. Peningkatan produksi disebabkan oleh peningkatan tenaga kerja dan bukan oleh perkembangan teknologi dan mengakar kepada share poverty yaitu budaya untuk berbagi kemiskinan. Teori ini menyatakan bahwa budaya yang lebih mementingkan solidaritas bersama daripada peningkatan penghasilan menyebabkan sektor pertanian tidak dapat berkembang.

Makalah Tentang Korupsi

BAB I
PENDAHULUAN

Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan dan keberhasilannya dalam melaksanakan pembangunan. Pembangunan sebagaisuatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat. Efektifitas dan keberhasilan pembangunan terutama ditentukan oleh dua faktor, yaitu sumber daya manusia, yakni (orang-orang yang terlibat sejak dari perencanaan samapai pada pelaksanaan) dan pembiayaan. Diantara dua faktor tersebut yang paling dominan adalah faktor manusianya.Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di Asia dilihat dari keanekaragaman kekayaan sumber daya alamnya. Tetapi ironisnya, negaratercinta ini dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia bukanlah merupakan sebuah negara yang kaya malahan termasuk negara yang miskin. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusianya. Kualitas tersebut bukan hanya dari segi pengetahuan atau intelektualnya tetapi juga menyangkut kualitas moral dan kepribadiannya. Rapuhnya moral dan rendahnya tingkat kejujuran dari aparat penyelenggara negara menyebabkan terjadinya korupsi.Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi sosial (penyakit sosial) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Korupsi telah mengakibatkan kerugian materiil keuangan negara yang sangat besar. Namun yang lebih memprihatinkan lagi adalah terjadinya perampasan dan pengurasankeuangan negara yang dilakukan secara kolektif oleh kalangan anggotalegislatif dengan dalih studi banding, THR, uang pesangon dan lainsebagainya di luar batas kewajaran. Bentuk perampasan dan pengurasan keuangan negara demikian terjadi hampir di seluruh wilayah tanah air. Hal itu merupakan cerminan rendahnya moralitas dan rasa malu, sehingga yang menonjol adalah sikap kerakusan dan aji mumpung.